-->

Sinopsis Novel Badai Pasti Berlalu

Post a Comment

 Sinopsis Novel Badai Pasti Berlalu

Novel badai pasti berlalu merupakan sebuah novel yang di ciptakan oleh Marga T yang telah di terbitkan pada tahun 1974 novel ini menceritakan sepasang kekasih yang batal dalam bertunangan karena salah satu nya menikahi gadis lain.

 

Karena ditinggalkan, Kris, tunangannya menjelang pernikahan demi perempuan lain yang ternyata temannya, Siska mengalami trauma. Dia memilih mengasingkan diri di vila orang tuanya di Puncak. Dia jadi cenderung reaktif dan penuh prasangka, khususnya jika dihadapkan pada urusan hubungan laki-perempuan. Tapi, pergolakan batin itu tak kentara di mata tokoh lainnya karena di hadapan mereka dia bersikap seperti gunung es, sebagaimana yang dituliskan berkali-kali, bahkan saat sengaja dihasut oleh Leo pun, dia dingin saja padahal diam-diam ada letupan dalam batinnya.

 

Malangnya, kecenderungan itulah yang membuatnya mengambil keputusan yang berakibat fatal, yang barangkali bagi sebagian orang tampak seperti sesuatu yang ‘yang benar saja!’ Bayangkan, keputusan fatal itu diambil karena Siska, sederhananya, sekadar tidak bertanya saking dia tak mampu mengekspresikannya. Jadilah dia mengambil dua keputusan fatal: memutuskan pertunangannya dengan Leo dan menikah dengan Helmi. Rundungan trauma itu menyeret Siska menuju jalan yang makin menyedihkan.

 

Keluarga dan soal-soal lain campur tangan dalam membebaskan Siska dari belenggu trauma dan di sisi lain menjeratnya. Kemesraan Nani dan Miki, kakak dan iparnya, makin mengentarakan trauma cinta Siska. Bapak dan Johnnya, kakak Siska, bersekongkol dengan teman-temannya untuk menyodorkan lelaki-lelaki yahud agar Siska melupakan mantannya. Itulah yang menyeret Leo, seorang playboy yang calon dokter dan karib Johnny, ke dalam badai Siska, walaupun pada awalnya persekongkolan itu tidak diungkap sehingga kesannya adalah Leo terlibat karena ingin menang taruhan dari teman-temannya. Leo berusaha memikatnya dengan siasat psikologis. Tapi, saat upaya itu nyaris berhasil, dampak trauma Siska dan kemunculan Helmi menggagalkannya. Karena salah paham, Siska yang mengidap diabetes menyangka Leo mengidapnya juga, padahal orang-orang yang mengidap diabetes tidak boleh bereproduksi karena akan menurunkannya pada anak. Bersamaan dengan itu, Helmi, seorang pianis di diskotik milik bapak Siska, menyadari kekaguman Siska terhadapnya. Dia memaksa Siska untuk menikahinya dengan ancaman akan membocorkan perselingkuhan bapaknya dan hostes pada ibunya. Saat diterpa dua keadaan itu, kecenderungan reaktif dan penuh prasangka Siska membuatnya mengambil keputusan fatal. Kelindan campur tangan segala pihak luar dan dampak trauma Siska silih berganti menjerat-lepaskan belenggu traumanya.

 

Laju cerita jatuh bangun hidup Siska amat perlahan. Ada banyak detil yang membendungnya. Sebagian padu untuk memperkuat konflik, sebagian lain sekadar mempertegas dimensi tokohnya. Siska adalah seorang guru TK yang gemar membaca sehingga pandai mendongeng. Dia pernah membaca Cassanova. Malahan, We The Living karya Ayn Rand yang menurut saya terlalu snob untuk sekadar disebutkan dalam novel ini pun, sempat didiskusikan Leo dan Siska. Leo sendiri digambarkan sedang berusaha menuntaskan studinya di bidang kedokteran. Adegan ujian operasi dan piket jaga di suatu kampung cukup rinci digambarkan. Diabetes Siska pun dirincikan, dari mulai pengawasan dietnya sampai periksa dokter berkali-kali muncul. Sementara itu, detil tentang keluarga Siska memberikan gambaran tentang suatu keluarga borju. Bapak yang punya pabrik dan diskotik. Orang tua yang memanjakan anaknya. Keluarga yang pergi ke pesta-pesta saat natal. Semua detil yang kadang memperkuat konflik, kadang sekadar mempertegas dimensi tokohnya membendung laju cerita Badai Pasti Berlalu.

 

Nah itulah sekilas cerita novel tentang badai pasti berlalu yang wajib kamu baca, jangan lupa di share ya.

Newer Oldest

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter